Connect with us

KASIH SAYANG

Anak Dah Tak Bernyaw4 Baru Sedar Diri

Published

on

Hutang Kita Banyak pada anak-anak,

Tidak jarang, kita memarahi mereka saat kita lelah. Kita membentak mereka padahal mereka belum benar-benar faham kesalahan yang mereka lakukan.
Kita membuat mereka menangis karena kita ingin lebih dimengerti dan didengarkan.

Tetapi,

seburuk apapun kita memperlakukan mereka, segalak apapun kita kepada mereka, semarah apapun kita pernah membentak mereka…
Mereka akan tetap mendatangi kita dengan senyum kecilnya. Menghibur kita dengan tawa kecilnya, Menggenggam tangan kita dengan tangan kecilnya,
Seolah semuanya baik-baik saja, seolah tak pernah terjadi apa-apa sebelumnya.

Mereka selalu punya banyak cinta untuk kita, meski seringkali kita tak membalas cinta mereka dengan cukup. Kita cakap kita bekerja keras demi kebahagiaan mereka, tetapi kenyataannya merekalah yang justru membahagiakan kita dalam lelah di sisa waktu dan tenaga kita.
Kita merasa bahwa kita bisa menghibur kesedihan mereka atau menghapus air mata dari pipi-pipi kecil mereka,

tetapi,
Sebenarnya kitalah yang selalu mereka bahagiakan. Merekalah yang selalu berhasil membuang kesedihan kita, melapangkan kepenatan kita, menghapus air mata kita. Kita berhutang banyak pada anak-anak kita. Dalam 24 jam, berapa lama waktu yang kita miliki untuk berbicara, mendengarkan, memeluk, mendekap dan bermain dengan mereka?

Dari waktu hidup kita bersama mereka, seberapa keras kita bekerja untuk menghadirkan kebahagiaan sesungguhnya di hari-hari mereka, melukis senyum sejati di wajah mungil mereka?

Tentang anak-anak, Sesungguhnya merekalah yang selalu “lebih dewasa” dan “bijaksana” daripada kita. Merekalah yang selalu mengajari dan membimbing kita menjadi manusia yang lebih baik setiap harinya. Seburuk apapun kita sebagai orangtua, mereka selalu siap kapan saja untuk menjadi anak-anak terbaik yang pernah kita punya.

Kita selalu berhutang kepada anak-anak kita. Anak-anak yang setiap hari menjadi korban dari betapa buruknya cara kita mengelola emosi.
Anak-anak yang terbakar residu ketidakbecusan kita saat mencoba menjadi manusia dewasa. Anak-anak yang menanggung konsekuensi dari nasib buruk yang setiap hari kita buat sendiri.

Anak-anak yang barangkali masa depannya terkorbankan gara-gara kita tak bisa merancang masa depan kita sendiri. Tetapi mereka tetap tersenyum, mereka tetap memberi kita banyak cinta, mereka selalu mencoba membuat kita bahagia. Maka dekaplah anak-anakmu, tataplah mata mereka dengan kasih sayang & penyesalan.

katakan kepada mereka:
“Maafkan untuk hutang-hutang yang belum terbayarkan”
Maafkan jika semua hutang ini telah membuat Allah tak berkenan.
Maafkan karena hanya pemaafan dan kebahagiaan kalianlah yang bisa membuat hidup ayah dan ibu lebih baik dari sebelumnya.
Iya, lebih baik dari sebelumnya.
Selamat memeluk anak-anak kita dan kasihilah mereka selagi anak-anak kita masih ada..

Ini pula Kejadian lain yang tiada kaitan dengan kata-kata diatas.
Kejadian ini berlaku di Sabah, dimana seorang Bapa menemui anak lelakinya m4.ti dalam keadaan tergantung di ruang tamu rumahnya di Kampung Kiapad, Inanam petang semalam.

Kejadian tersebut disedari kira-kira pukul 5 petang selepas bapa mangsa yang tinggal bersebelahan datang ke rumah terbabit untuk bertemu anaknya.
Terkejut melihat keadaan anaknya, bapa mangsa kemudian bertindak menurunkan mayat lelaki berusia 22 tahun itu sebelum membuat panggilan kecemasan.

Bagaimanapun, mangsa disahkan telah meninggal dunia oleh pasukan paramedik Hospital Likas yang berada di lokasi kejadian.
Ketua Polis Daerah Kota Kinabalu, Asisten Komisioner Habibi Majinji berkata, sepasukan polis dikerah ke lokasi terbabit sebaik menerima maklumat kejadian.

“Siasatan awal mendapati tiada sebarang unsur jenayah dikesan berlaku di dalam rumah mangsa dan mayat sudah dihantar ke Jabatan Forensik Hospital Queen Elizabeth (HQE) bagi proses bedah siasat. “Siasatan lanjut masih dijalankan termasuklah mengambil keterangan daripada ahli keluarga mangsa bagi mengenalpasti punca sebenar kejadian,” katanya ketika dihubungi hari ini. Menurut Habibi, setakat ini kes diklasifikasikan sebagai m4ti mengejut sementara polis menunggu laporan bedah siasat mangsa selesai dijalankan.-

Semoga ini memberi kesedaran kepada kita semua tentang mengasihi anak yang telah dipertanggungjawabkan kepada kita oleh Allah..
Kongsikan kepada semua..

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Trending

error: Content is protected !!